http://btemplates.com/2010/blogger-template-cook-notes/

Rabu, 27 Agustus 2014

Kroket Kentang Ayam

Bismillaah...


Fast Post...

(alasan fiktif)

holaa...
Ini adalah produk dapurku kemarin... Sore2 gak ada lauk, tinggal sop ayam ajah... pas nguprek2 ketemu kentang setengah kilo.... kutanya si Neng, mau dibikin apa, eh dia awabnya gini :
"itu tuh bu, perkedel yang diluarnya gak pake telor..."

Hah...? maksutnyah...?
ternyata selidik punya selidik, yang dia maksut adalah kroket kawaans...
hehehe... hadeeeuuuhhh...


Kebetulan masih ada sisa tepung roti homemade yang dulu pernah kuposting. Kali aja ada yang mau bikin tepung roti sendiri, monggo ngelirik di sini.

Karena sayuran dah dipake untuk bikin sop ayam, akhirnya si kroket inipun cuma kentang doang saja ....
setelah kentang dihaluskan, kok gak tega ngeliatna yah, akhirnya nyomot sedikit ayam dari sop itu kemudian dicincang dan dicampurkan ke adonan kentang, daaan... jadilah kroket kentang ayam ini...



Kroket ini gampang banget lho mak, bagi yang belum pernah biin, maka saranku, hayu dicoba, anti gagal deh, syaratnya, kentang yang digunakan harus yang bagus, jangan yang muda agar kandungan airnya sedikit (gak lembek ketika sudah dimasak)...

Berikut resep yang kupake :

-500 gr kentang (goreng hingga matang, tumbuk)
- 100 gr daging ayam (bisa diganti kornet atau wortel dll)
- 50 gr tepung terigu
- 1 butir telur (kocok lepas)
- tepung roti secukupnya
- minyak untuk menggoreng

Bumbu yang dihaluskan :
- 3 siung bawang putih
- 3 siung bawang merah
- 1/4 sdt lada bubuk
- seasoning

Caranya :

Campur kentang tumbuk, 1 sdm terigu dan bumbu halus, uleni hingga rata.
Bentuk bulat lonjong, baluri terigu (kering), kemudian masukkan ke telur, balut dengan tepung roti hingga terbalut seluruh bagian adonannya. Bila ingin lapisan yang tebal, ulangi proses pembaluran dua kali.
Goreng dalam minya panas dan api sedang hingga kuning keemasan.
Hati-hati dalam menggoreng, karena tepung rotinya cepat matang...

Siap disajikan....

Hmmm... semua suka nih... dicocol saus favorit lebih manteebs...
Aku malah ga makan nasi kemarin, enak makanin kroket ajah sampe kenyang bu..

Selamat mencoba....


Rabu, 20 Agustus 2014

Es Kopyor Timun Suri


Bismillah...

Hay... yang haus.... yang haus...

qiqiqi... walaupun Ramadhan sudah lewat, ternyata gak ada salahnya menikmati segar dan manisnya es kopyor timun suri ini lho.... (ya eya laaah...)

Varian yang bener-bener simple se simple-simplenya... tinggal potong-potong timun suri yang sudah matang, siapkan rebusan air gula merah atau gula pasir, kasih es batu, tuangi susu kental manis..
Hmmmm.... segerrr...

Pas banget deh, pulang-pulang ngajar disuguhi segelas besar es kopyor ini, langsung nyusruk ke gelas... hahaha....




Jumat, 15 Agustus 2014

Urap Pisang Batu

Bismillah..




 Duh, kangen nge-posting nich kawan.. maklum, kalo udah mulai aktivitas suka rada2 sibuk gitu deh.... hihihi... paling cuma jalan2 ajah ke blog kawan-kawan tersayang....

Kali ini saya mau posting tentang sayuran yang dibikin bumbu urap. .. (Urap lagi...?) hehhhehe... iya, itu salah satu jurus jitu yang jadi favorit saya dan suami dalam memudahkan mengkonsumsi sayuran.

Perpaduan antara kencur, cabe dan terasinya itu kudu menonjol semuah, jadi kan bisa menutupi rasa dan aroma dari sayurannya,... hehehe... memang benar kawan, saya dan suami tuh sampe saat ini masih suka rewel kalo mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah, jadi untuk menjaga asupan makanan jenis sayuran ini ya kudu diakal-akalin deh supaya bisa dikonsumsi dengan rasa yang nikmat...

Tapi Alhamdulillah, anehnya anak-anak kami ternyata pada suka sayuran, tanpa rewel dan tanpa pilih2.. doyan aja mereka... ^^ mungkin karena sudah terbiasa dari kecil udah diajarin doyan sayuran, gak kaya Enya Babenyah ... hihihi...

*Curang...



Nah, kali ini aku mau berbagi resep urap yang berbahan dasar pisang batu.

Di daerahku, pisang batu ini lebih populer dengan nama Gedang Kluthuk.
nah, yang dibikin urap kali ini yaitu bagian jantung dan buah pisangnya yang masih muda.
Ya eya lah, masa pisang yang tua, hihi... kan udah pada keras noh bijinya (batunya)

Karena kandungan getahnya sangat banyak, maka ketia merebus, pakailah panci yang udah jelek yah, karena kadang sisa getahnya rada bandel saat dibersihkan. Merebusnya jangan dipotong2, melainkan yah bulet aja gitu, supaya gak lengket banget karena getah tadi.

Setelah mateng, baru deh dipotong2 dan siap diolah...

oiya, untuk bumbu urapnya ya standar ajah, sesuaikan dg selera anda masing-masing...

Selamat mencoba... ^_^

Selasa, 05 Agustus 2014

Selamat Idul Fitri

Bismillah...

Semoga belum telat untuk berucap maaf lahir dan batin bagi semua kawan2 pembaca blog ini
...

Telat ya....? Hyaah, maklum... nunggu mister spidi yg lemot suremot bgt...

(Alesan.. hehe)

Lebaran ini aku gak serajin taun lalu dalam pembuatan kue2, kemaren cuma bikin nastar dan biji ketapang ajah, selebihnya dadak beli dan ada juga pemberian dr saudara dan tetangga... :(

:'(

Semoga kalo cuma kue2 mah ga jadi masalah ya, yg penting ada tamu ato sodara datang, ada sedikit yg bisa disajikan...
(Bela diri...)

Okelah, sekali lagi, minal aidin wal faidzin

Semoga kita semua tergolong pada kaum muslimin wassholihiin..

Moga2 msh diberi kesempatan untuk bersua di tahun depan... Dalam keadaan yg lebih baik...

Amin yaa Rabb....

Al-Fatihah....

Rabu, 16 Juli 2014

Urap Lembayung

Bismillah...

Lembayung biasanya terjadi pada waktu-waktu berakhirnya senja. Lembayung itu sendiri memiliki arti merah jingga, sebuah warna yang memang terlihat ketika matahari hampir terbenam.

Waktu lembayung senja merupakan fase ketika matahari hampir sepenuhnya terbenam. Waktu merendahnya matahari dimulai ketika pukul tiga sore. Fase ini ditandai dengan condongnya matahari ke ufuk barat dan berubahnya cahaya matahari perlahan dari kuning keemas-emasan menjadi merah jingga. Cakrawala akan berubah menjadi merah jingga atau oranye ketika lembayung. Hawa panas akan berangsur-angsur menjadi sejuk.

(copy from : google )


Eiiitttsss.... serius amat bacanya..

Lha, terus apakah hubungannya dengan urap ini emaak...?

Jadi begini, di kampung saya, lembayung itu sebutan untuk daun dari kacang panjang... haha, jauh banget ya pengertiannya, sedangkan namanya sama persis...

 Daun kacang panjang (Lembayung) yang masih muda ini bisa dikonsumsi seperti halnya daun singkong, daun ubi dan daun-daun sayuran lainnya... pengolahannya pun sama persis dengan dedaunan lain... gampang banget, hanya saja perebusannya agak lama, setelah air mendidih, rebuslah lembayung sekitar 15 - 20 menit, lalu tiriskan dan siram dengan air adem agar daun tidak blenyek, karena proses pematangan masih bisa berlanjut dari uap panas tadi... setelah itu bisa dijadikan lalapan dengan sambal atau diolah jadi gulai, kalo saya kemaren dibuat urap. Pedas itu wajib yah....hehehe...




Di keluargaku lebih suka dengan urap yang agak nyemek-nyemek, jadi gak seret waktu dijadikan lauk.... beriut ini resepnya yah...

oh iya, daun lembayung ini setelah direbus akan susut jauuuh banget lho... jadi kalo mau bikin, rada dibanyakin lah ya... hehehe....


Bahan :
- sekitar 1 Kg daun lembayung muda, potong2, rebus hingga matang, siram dengan air adem, tiriskan
- 250 gr kacang panjang, potong2, rebus
- 100 gr toge kacang ijo
- 1/2 butir kelapa sedang, parut

Bumbu-bumbu :
- 2 cm kunyit
- 1 sdt ketumbar
- cabe rawit secukupnya (tergantung seberapa tingkat kepedasannya)
- 5 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 2 bungkus kecil terasi kemasan
(Haluskan)
- 2 lembar daun salam
- 1 tangkai sereh, memarkan
- 1 ruas lengkuas, memarkan
- seasoning
- minyak untuk menumis
- 1/2 gelas air

Caranya :
panaskan minyak, tumis bumbu hingga harum, masukkan air, kelapa parut dan seasoning. aduk2 hingga air menyusut. masukkan bahan sayuran, aduk hingga rata. Matikan api, siap disajikan...




Alhamdulillah rasanya itu bener2 manteeeph banget...  Kalo aku bikin urap beginian, kadang dicampuri dengan pepaya muda atau wortel, tapi kebetulan ini dalam rangka pengen memaksimalkan rasa lembayungnya...
Kalo bisa dibandingkan tuh yaaah... mirip daun singkong, tapi agak ada sedikit perlawanan, teksturnya ada ssedikit kasar (sedikit banget)... Nagih banget deh kawans.. :)))

Selamat mencoba yah...

Minggu, 13 Juli 2014

Bumbu Ayam Ungkep

Bismillah...

Hallo emak-emak... sebenernya mah ini bumbu dasar yang semua juga udah tau yah... cuma ya barang kali di luar sana masih ada yang belum tau, dan juga untuk dokumentasi pribadi, ya sudahlah diposting aja lah... (maksa..)




Nah, bumbu2 di atas untuk ayam seberat 1 sampai 1,5 kg. tinggal tambahin garam dan penyedap bila suka. Gak perlu ditumis, langsung dicampurdengan ayamnya ajah dan diberi sekitas 2 - 3 gelas air, masak deh sampai ayamnya matang.

Air Kaldu sisanya jangan dibuang lho, bisa dipake lagi untuk ngungkep. Simpan air kaldu di freezer, tinggal tambahkan air dan garam seperlunya...



Hasil ayamnya bisa untuk digoreng atau dipanggang.

okelah, semoga berguna ya... ^^

Kamis, 10 Juli 2014

Kue Biji Ketapang

Bismillaah...

Fast Post.. heheh....

Sambil nungguin masakan sahur, iseng2 buka file eh ketemu foto biji ketapang ini... daripada ketiduran, iseng2 posting aja dah... >,<



Salah satu varian kue yang dihidangkan saat lebaran, yup.... itulah dia si Biji Ketapang, malahan waktu dulu saya masih tinggal di Betawi, orang sono cuma nyebut "Biji Tapang"... 

Rasanya yang manis gurih emang asyik dicemilin, apalagi kalo ada sensasi klethuk2nya... hehehe... saya pribadi memang lebih memilih yang rada kriyuk gitu, bukan yang empuk dan ngeprul.... ^_^


Berikut resepnya yah....

- 150 gr kelapa sedang, parut
- 250 gr terigu protein sedang
- 150 gr gula pasir (aku kurang suka yg manis)
- 75 gr margarin
- 2 butir telur
- sejumput garam

Caranya:
Kocok telur, garam dan gula menggunakan garpu hingga gula agak larut.
Dalam wadah lain, campur sisa bahan lain, agak sedikit diremas2 yah...
Campur kocokan telur ke bahan kering, aduk2 dengan tangan, hingga tercampur rata, jangan terlalu kuat mengaduk yah, takut hasilnya jadi alot...

Adonan akan menjadi agak lengket walau tidak pakai air sama sekali...
Taburi tangan anda dengan tepung agar lebih mudah menggilisnya nanti...

Ambil sekitar segenggam adonan, gilis2 dengan kedua telapak tangan hingga menjadi bulat panjang
Gunting dengan cara menyerong, langsung goreng dengan minyak banyak dan api sedang hingga kuning keemasan saja, angkat dan tiriskan...

Siap dikemas dech... ^_^